Kegiatan di Bidang Pendidikan

 

Disamping Anand Krishna Centre, salah satu sayap dari Anand Ashram Jakarta adalah Forum Kebangkitan Jiwa (FKJ). FKJ dideklarasikan pada tanggal 14 Januari 2002 oleh sekelompok orang yang memiliki keprihatinan terhadap perkembangan bangsa ini. Ide kelahiran FKJ diilhami oleh pengalaman kebersamaan di antara orang-orang dari berbagai latar belakang agama, budaya dan profesi yang rutin melakukan kegiatan peningkatan kesadaran diri di padepokan "One Earth, One Sky, One Humankind" Ciawi Jawa Barat. Pengalaman keindahan akan kebersamaan ini telah memunculkan cinta kasih yang meluap-luap. Cinta kasih ini kemudian menerobos ke luar, dan membawa konsekuensi bagi mereka yang tersentuh olehnya untuk membagikan-bagikannya. Forum Kebangkitan Jiwa adalah wadah untuk menularkan 'virus' cinta pada bangsa ini. Anand Krishna, guru meditasi yang juga tuan rumah padepokan "One Earth, One Sky, One Humankind", adalah inspirator dari terbentuknya FKJ.
Forum ini kemudian diresmikan pada Maret 2002 oleh Mentri Pendidikan Nasional, Bapak Prof. Drs. H. Abdul Malik Fajar M.Sc. yang ditandai dengan penandatangan prasasti Forum Kebangkitan Jiwa (lihat foto diatas)

Di Bali, Forum Kebangkitan Jiwa Bali dibentuk pada saat kunjungan Bapak Anand Krishna ke Bali tepatnya, pada hari Senin, 10 Februari 2003. Walaupun kedatangan beliau ke Bali dalam rangka memenuhi undangan resepsi pernikahan salah satu kolega beliau, kami di Bali merasakan kehadiran beliau sebenarnya adalah untuk kami di Bali. Dalam satsang yang diadakan di Sanur Beach Hotel, Sanur, Guruji Anand Krishna mengungkapkan cinta dan juga keperihatinan beliau terhadap Bali.

 

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, sejak terbentuknya pada bulan Februari 2003, FKJ Bali dibantu oleh Anand Ashram Jakarta dan FKJ Jakarta telah melakukan beberapa pelatihan, antara lain:

MENGAJAR TANPA DIHAJAR STRESS (MTDS) – Pelatihan Bagi para Guru/Pendidik

- MTDS pertama (29 Maret 2003) diadakan di Aula DIKNAS Propinsi Bali, Renon, Denpasar. Lebih dari 100 orang guru yang berasal dari beberapa kabupaten di Bali hadir mengikuti Program MTDS ini. Turut hadir adalah Kepala Diknas Propinsi Bali, Bapak I Gusti Ngurah Oka.

- MTDS ke-2 (21 Pebruari 2004) diadakan di Aula DIKNAS Propinsi Bali, diselenggarakan bersama dengan Yayasan Taman Mahatma Gandhi, dihadiri sekitar 75 orang peserta yang sebagian besar berasal dari Sekolah Yayasan Taman Mahatma Gandhi.

 

 

- MTDS ke-3 (23 Pebruari 2004) diadakan di Hotel Bali Taman, Singaraja, khusus bagi para Guru/Pendidik di Kabupaten Buleleng. Lebih dari 100 orang hadir dalam kegiatan ini, termasuk Bapak I Gusti Ngurah Agung - Kepala Diknas Kabupaten Buleleng.

- Selanjutnya, MTDS diadakan secara rutin di Anand Krishna Centre Kuta. Ratusan guru dari daerah Badung, Denpasar dan Gianyar telah mengikuti pelatihan di centre kami.

- Selain di centre, pada tahun 2007 MTDS juga diadakan di Kabupaten Tabanan, Gianyar, dan terakhir pada 25 Nopember 2007 di Singaraja. Ini melengkapi 14.000 lebih para guru yang telah mengikuti MTDS di seluruh Indonesia.

 

 

BERKARYA TANPA BEBAN STRESS (BTBS)

Program BTBS pertama diadakan di Wantilan Kantor DPRD Bali pada 5 Juli 2003, sebagian besar dihadiri oleh pegawai dari Pengadilan Negeri Bali, ditambah anggota Ikatan Notaris Indonesia dan beberapa peserta dari kalangan masyarakat umum. Dalam program ini hadir kurang lebih 75 orang. termasuk diantaranya Bapak I Made Karna - Ketua Pengadilan Negeri Bali.

Program BTBS terus bergulir, diantaranya diadakan khusus bagi praktisi Pariwisata, Airline, dan sekolah Pariwisata, BTBS bagi karyawan PT Taspen Bali, dan BTBS bagi Korps Pegawai Negeri Kabupaten Tabanan.

 

 

Kemudian, Forum Pengajar, Dokter dan Psikolog bagi Ibu Pertiwi (ForADokSi BIP) adalah bukti lanjut kepedulian Bapak Anand Krishna di dunia pendidikan. Forum ini dideklarasikan pada Oktober 2006 dengan misi menciptakan pendidikan berbasis budaya untuk mencetak SDM yang berkualitas. Kegiatan meliputi mengkampayekan minum susu dan menyelenggarakan Simposium Pendidikan.

Dan puncaknya, sebagai respon terhadap kondisi pendidikan di Indonesia yang semakin jauh melenceng dari cita-cita luhur para Founding Fathers dan UUD 1945, Bapak Anand Krishna telah mendirikan Yayasan Pendidikan Anand Krishna yang akan mengedepankan character building, penanaman nilai-nilai budi pekerti dengan basis kearifan lokal/Budaya Nusantara.